Rabu, 07 Agustus 2013

20-22 April 2103 Jagoan Neon Ziarah ke Gn.Bawakaraeng (Part 3)

Senin, 22 April 2013
            
             “Fajar, bangun! Ayo kita sholat subuh..sudah pukul 5,” seruku pada Fajar yang masih bersembunyi di balik sleeping bag. Dia menggeliat meraih handphone untuk melihat waktu.
            “Ha..sudah pukul 5? Oke,” yang kubangunkan terbangun dengan mimik wajah yang masih ingin tidur. Saya juga masih ingin tidur. Namun jam di handphone sudah menunjukkan pukul 05.00 subuh. Saya, Fajar, dan Sam ingin menjadi pemburu sunrise puncak gunung.
            Pukul 06.00 kami bertiga bergegas naik ke puncak gunung. Puncak gunung dan camp kami bisa ditempuh dalam 10-15 menit. Aldi masih tertidur di tenda. Sulit membangunkannya dan kami sepakat untuk melihat sunrise tanpa dia. Saat kami melewati batas vegetasi, angin bertiup kencang. Siluet matahari pagi mulai nampak. Menyembul malu-malu seperti seorang gadis dengan pipi merona merah. Cantik sekali.
            Di puncak inilah berdiri sebuah tugu yang lazim disebut tranggulasi, titik penanda puncak tertinggi suatu gunung.
      “Yeeiyy!!!”, teriakku senang. “Kita rombongan pertama yang mencapai puncak pagi ini. Wuuuww...sunrisee!!!.”
Berdiri di atas tranggulasi Bawakaraeng

            Setelah kami tiba di tranggulasi ini, pendaki -yang berada di camp sebelah kanan-, juga mulai naik. Sunrise di arah timur membuat kami senang bagai mendapat sesuatu yang begitu kami impikan. Kami begitu terkagum melihat pemandangan pagi di puncak gunung.
          “Terima kasih Yaa Allah....,” ucapku pelan. “Ibuuuuu saya di siniiiiii.....!!,” saya berteriak kencang ke arah di mana kota terletak, seakan ibu yang berada di Makassar bisa mendengar teriakanku dari puncak gunung ini.
            Tiap sudut pemandangan ini kami abadikan melalui kamera handphone. Lalu kami menikmati sedikit biskuit dan air yang kami bawa dari camp. Ucapan syukur dan bahagia tidak henti kuucapkan dalam hati. Seperti kata Slank, Terlalu Manis Untuk Dilupakan......
Pagi di puncak.. Lautan awan mulai terlihat
Ki-ka: Fajar, Nita, Sam
Selamat Hari Bumi 22 April.. dari sini... dari Puncak Bawakaraeng... :)

*selesai*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar